Monday, September 1, 2008

TIMOTIUS

EKSPOSISI TOKOH TIMOTIUS

LATAR BELAKANG
Lahir di listra, (dekat Turki sekarang). Ia merupakan seorang Yahudi campuran, karena Ayahnya seorang Yunani, ibunya Yahudi (Kis. 16 : 1- 5). Pada waktu kedatangan Paulus di Listra, kemungkinan Timotius sudah merupakan anggota gereja setempat dan telah dididik dalam pengenalan akan Firman Tuhan (PL) oleh Eunike sang Ibu dan neneknya Lois (2 Tim. 1:5 & 3:15).

“Anak Rohani” Rasul Paulus (1 Kor. 4:17, 1 Tim.1:2, & 2 Tim 1:2), rekan sekerja Paulus dalam Perjalanan PI sang Rasul (Roma 16:21 & I Tes. 2:3) dan dipercaya oleh Paulus untuk menjadi wakilnya di Korintus (I Kor. 4 :14 –17) serta pemimpin jemaat gereja Efesus (I Tim 1:3). Timotius sangat dekat dengan Rasul Paulus. Hal ini dapat terlihat dari surat-surat Paulus kepada beberapa Jemaat yang menyertakan juga nama Timotius dalam surat-suratnya itu, seperti surat 2 Korintus, Filipi, kolose, 1 dan 2 Tesalonika serta Filemon.

KARAKTER, PERANGAI, SIFAT DAN PEMBAWAAN
1. Terkenal sebagai orang kristen yang terhormat di kota kelahirannya (Kis. 16 : 2)
2. Walaupun ia seorang pemimpin gereja di Efesus, ia juga seorang yang Sensitif/
Perasa, Penakut dan Pemalu (2 Tim 1 : 7, 8 ; 1 Kor. 16 : 10 –11)
3. Seorang yang setia menemani Paulus dalam perjalanan PI–nya 15 tahun
(Fil.2:19–22)dan sangat dekat/sayang kepada Rasul Paulus (2 Tim 1 : 4)
4. Mengenal Firman Tuhan dengan baik (2 Tim 3 : 15)
5. Sebagai Orang muda (usianya 35 tahun saat menjadi pemimpin jemaat Efesus)yang
berjiwa muda yang mengebu-gebu, sehingga perlu dinasehatkan untuk tidak tergoda
dengan nafsu orang muda (2 Tim 2 : 22)
6. Sangat taat dan tabah dalam penderitaan (2 Tim 3 : 10 – 11)
7. Kerelaannya untuk disunat (Timotius bukan seorang Yahudi asli) patut diteladani
dan dihargai, karena untuk menghindari penolakan orang-orang yahudi yang “totok”
dalam Pemberitaan Injil bersama dengan Rasul Paulus

TUGAS-TUGAS TIMOTIUS SEBAGAI PEMIMPIN GEREJA:
1. Menghadapi pemurtad-pemurtad yang mengacaukan gereja setempat (1 Tim 1 : 3 –11)
2. Menata kebaktian gereja (1 Tim 2)
3. Memilih dan meneguhkan Penatua (1 Tim 3)
4. Mengatur bentuk dan pelayanan kepada para Janda (1 Tim 5 : 3 – 16)
5. memberlakukan dan mengajarkan iman rasuli dengan segala konsekuensi moralnya
(1 Tim 6)
6. Meneruskan harta yang indah (Injil Kristus) kepada generasi selanjutnya
(2 Tim 2 : 2)

Dalam Surat II Timotius, Paulus menyadari hidupnya di dunia tidak akan lama lagi, sementara itu ia harus mempercayakan tanggung jawab memelihara kelanjutan dan keutuhan Injil kepada Timotius “anak rohaninya” (kelihatannya secara manusiawi Timotius sangat tidak cocok dengan tugas ini), karena:

1. Masih relatif terlalu muda untuk mengemban misi ini, karena itu Timotius
dinasehati paulus dalam 1 Tim. 4:12
2. Seorang yang kurang baik kesehatannya/sering jatuh sakit, karena itu Timotius
dinasehatkan untuk minum semacam obat dalam 1 Tim 5:23
3. Seorang yang pemalu, sangat introvert, dan bahkan penakut, karena itu ia
dinasehatkan untuk menjadi kuat dalam kasih karunia Kristus (2 Tim. 2:1).

KESIMPULAN
Jadi walau Timotius: Muda dalam usia, Rapuh dalam perawakan, Cenderung mengalah, TETAPI ia dipanggil Allah untuk suatu tugas yang berat dalam gereja Allah, dan kelihatannya ia segan untuk menerima tanggung jawab ini, tetapi toh.. Ia tetap setia mengerjakan semua pelayanannya itu dengan sungguh-sungguh (Fil. 2 : 19–23).

Y
ANG KITA PELAJARI DAN TELADANI DARI SEORANG TIMOTIUS:
1. Walaupun masih muda, dapat menjadi Teladan dalam Perkataan, Perbuatan, kasih,
kesetiaan dan kesuciaan hidup
2. Walaupun kelihatannya pekerjaan dan pelayanan yang dipercayakan begitu berat,
tetaplah Taat, Konsisten & Setia mengerjakannya.
3. Di pundak kita, sama seperti Timotius juga dipercayakan Injil Kristus untuk
disebarkan.
4. Bersandar pada kasih karunia Allah untuk memperoleh kekuatan yang dibutuhkan
dalam mengerjakan setiap pekerjaan dan pelayanan yang dipercayakan kepada kita.

Timotius pernah dipenjara bersama dengan rasul Paulus di Roma, tetapi kemudian dilepaskan (Ibr. 13: 23). Menurut Tradisi Timotius mati martir (AD 97, karena protes dan menolak pesta pora untuk menyembah dewi Artemis (Dewi kepercayaan masyarakat Efesus pada waktu itu). Hari kematiannya umum diperingati setiap 26 Januari. (Catatan: untuk gereja Barat 24 januari dan Gereja Timur 22 Januari).

No comments: